Klik Juga

Tampilkan postingan dengan label alat peraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat peraga. Tampilkan semua postingan

28 Apr 2011

Permainan berdasarkan Kelas Umur | Belajar sambil Bermain


Hari Minggu tentu saja menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak kristen, terlintas dibenak mereka indahnya saat bertemu dengan teman temannya untuk beribadah bersama, bermain bersama, memuji Tuhan bersama.
Bila ada seorang saja anak sekolah minggu yang malas-malasan saat diajak ke sekolah minggu, segera cari tahu apa alasannya. 
"Bosan" itu adalah salah satu alasan yang paling sering kita temui. Dengan bosan yang terlintas dibenak anak-anak maka rasa Malas itu semakin kuat dalam dirinya yang membuat dia tidak tertarik saat diajak Sekolah Minggu.
Belajar sambil Bermain merupakan metode belajar yang paling banyak digunakan untuk menghadapi anak-anak berusia pra TK hingga 12 Tahun. Karena dengan bermain, anak-anak bisa berpartisipasi lebih aktif didalamnya dan tidak monoton oleh Pelayan Sekolah Minggu.

Berikut beberapa contoh permainan berdasarkan kelas umur dalam melayani anak-anak sekolah minggu :
Kelas Kecil (Pra TK - 7 tahun)
- Menggambar
- Mewarnai gambar
- Mencocokan/menempel gambar atau angka
- Tebak Tokoh Alkitab, dll.

Kelas Tengah (8 - 9 Tahun)
- Tebak Tokoh Alkitab
- Cerdas Cermat
- Memerankan Tokoh Alkitab
- Pesan Bersambung/Berangkai
- Tebak Gaya
- Merangkai Kata, dll.

Kelas Besar (10 - 12 Tahun)
- Cerdas Cermat
- Tebak Tokoh Alkitab
- Memerankan Tokoh Alkitab/drama singkat
- Merangkai Kata, dll.

Bila terdapat permainan/kegiatan yang sama ditiap kelas umur, maka materi yang disampaikan harus sesuai dengan kelas umur anak-anak.
Selamat melayani,  GBU ^_^

12 Apr 2011

Perlukah Alat Peraga ?

Jawaban mutlak : Ya... Alat peraga sangat berperan penting bagi pelayan Sekolah Minggu dalam membawakan cerita untuk anak-anak. Sekolah Minggu bukanlah sekolah formal yang mengharuskan anak-anak duduk manis mendengarkan gurunya berbicara pelajaran tentang hari itu. Sekolah minggu merupakan wadah dimana anak-anak bisa mengenal lebih dalam mengenai Yesus Kristus melalui metode belajar sambil bermain.

Dengan bermain tentunya kita memerlukan alat bantu yang salah satunya adalah alat peraga. Mengapa alat peraga ?

  1. Alat peraga lebih menarik perhatian anak melalui gambar dan tulisan yang ditampilkan. Sangat dianjurkan menggunakan alat peraga dengan warna yang terang baik berupa gambar maupun tulisan dan lebih baik lagi dengan menggunakan kata-kata yang sederhana. 
  2. Alat peraga lebih mudah digunakan. Dengan memiliki satu gambar Yesus yang sedang tersenyum atau sedang memangku anak-anak, kita sudah dapat memberikan cerita yang panjang lebar tentang siapa Yesus itu, bagaimana dia dengan anak-anak, bagaimana sikap anak-anak agar Yesus tetap tersenyum, dan masih banyak lagi sesuai tema belajar hari itu. Tentunya kita bisa lebih konsentrasi dalam mengajar bukan ? Tinggal bagaimana cara kita membawakan cerita tersebut agar tidak membuat anak-anak bosan.
  3. Lebih  murah dan mudah dijangkau. Kok bisa ? Tentunya alat peraga yang dimaksud disini adalah alat peraga yang kita buat secara manual, bukan yang kita beli jadi ya kak... ;) Sebagai seorang pelayan Sekolah Minggu, tentunya kita dituntut lebih kreatif dalam membuat alat peraga menggunakan bahan-bahan yang mudah kita temui atau bahannya dengan harga yang terjangkau. Misalnya, kita bercerita tentang Penciptaan, kita bisa hanya bermodalkan selembar karton dan spidol. Kita sampaikan kepada anak-anak bahwa karton itu sama seperti bumi pada mulanya masih kosong, lalu kita ajak anak-anak untuk aktif menggambarkan karton tadi dengan urutan-urutan penciptaan sehingga karton tadi sudah penuh dengan gambar anak-anak, tadaaa... asyik bukan ;)
  4. Lebih variatif. Anak-anak sangat suka bila kita bercerita dengan menggunakan alat peraga berupa gambar yang berbeda-beda, itu akan menarik perhatian mereka. Misalnya, kita bercerita bagaimana sikap anak-anak yang disukai oleh Yesus dan yang tidak. Kita bisa mencari gambar anak tersenyum, anak yg sedang ke gereja, anak yang sedang berdoa juga bandingkan dengan gambar anak yang berkelahi, anak yang marah. Tentunya disajikan dengan mengajak anak lebih interaktif dalam penyampaian cerita tadi :)
Masih banyak lagi kegunaan alat peraga dalam membawakan cerita untuk anak-anak, semakin sering kita menggunakan alat peraga dalam bercerita, tentunya daya imajinasi dan kreatifitas seorang pelayan Sekolah Minggu dapat diacungi jempol. Tuhan memberkati :)